DON’T BE BIG BOY

Filed under: Uncategorized — smangat-baru at 12:56 am on Wednesday, February 4, 2009

Pagi itu saya berangkat kuliah jam 7 kurang 10 menit & sampe di kampus terhitung telat. Dengan sedikit santai saya langkahkan kaki lewat koridor menuju kelas yang ada di lantai dua. Masuk kelas dengan biasa soalnya biasanya dosennya juga biasa aja nanggepin mahasiswa telat atau malah dosennya sendiri yang telat (Astaghfirullah, menganggap biasa hal yang salah >>>> don’t try).

Tapi keadaan pagi itu luar biasa, sungguh berbeda dari biasanya. Masuk kelas lihat dosen yang senyum – senyum ke arah anak2 yang telat saya jadi ngrasa nggak enak hati & merasa bakalan ada sesuatu yang terjadi.

Beliau meminta kertas pada salah seorang mahasiswa & mengatakan,‘ Bagi yang telat silahkan absen di kertas ini (sambil mengakat selembar kertas) dan ditulis juga jam kehadirannya.’

‘Akan saya rekomendasikan bagi yang paling telat dapet nilai A dengan kategori…..anak yang paling telat.’ (he3x…)

Tak beberapa lama, sesuatu itu benar – benar terjadi. KuliahMekanisme Reaksi Anorganik berubah menjadi kuliah ‘Terapi Kedisiplinan’.

Subhanallah, baru kali ini saya dapatkan dosen yang benar – benar memperhatikan masalah waktu lebih tepatnya kedisiplinan. Ya satu kata yang mudah diucapkan tapi sulit penerapannya‘ DISIPLIN’ atau bahasa kerennya ‘INDIBAT’.

Di papan tulis ditulis DON’T BE BIG BOY ___ BE A MAN. Yo itulah bagian dari pelajaran pagi itu. Kami diminta membedakan bagaimana sikap anak – anak dan bagaimana seharusnya seorang dewasa bersikap. Kami diminta membandingkan anak – anak dan orang dewasa yang kesimpulan besarnya adalah ___ sikap mahasiswa sekarang ini disadari atau tidak masih mencerminkan sikap anak – anak dan belum bisa dikatakan sepenuhnya sudah dewasa. Contoh nyatanya ya tadi itu, masuk kelas sudah telat, santai , nggak ngrasa salah pula.

Astaghfirullah….malunya.

Hmmm…. yang saya sadari hari itu, ternyata sebagai seorang guru atau dosen tugasnya bukan semata – mata sebagai seorang pengajar yang hanya memberi pelajaran semata tetapijuga berperan sebagai seorang pendidik. Mendidik anak didiknya bukan sekedar cemerlang di bidang akademik tapi juga cemerlang kepribadiannya.

Wallahu’alam



2 Comments »

5

   risa q

February 7, 2009 @ 11:24 pm

hm…
so.. belajar juga untuk menghargai waktu..saya akan pelajari hingga saya mampu menghargai waktu yang begitu indah
g cuma pelajari tapi lakukan! bergerak.. waktu bisa menjadi kasur empuk dari kapas putih..
bisa jadi racun
bisa jadi samurai..
hohohohohohoho begitu nikmat waktu yang telah diberikan
semangat ukhti!!!

6

   yesi

February 23, 2009 @ 3:52 am

subhanallah…
asli…mak jleb jleb…
aku sering telat kuliah je ukh…
atau bahkan paling cuma sekali dua kali gak telat..
parah bgt yo???
tapi dosenku gak ada yang komplain tu…
soale,,, sing telate luwih parah mbang e aku yo ono…
heheh…

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>